Notifikasi
Tidak ada notifikasi baru.

NAHWU : ISIM - ISIM YANG DI NASHABKAN

 

NAHWU : ISIM - ISIM YANG DI NASHABKAN
NAHWU : ISIM - ISIM YANG DI NASHABKAN

NAHWU : ISIM - ISIM YANG DI NASHABKAN

Santri Alat - Nahwu : Isim - Isim Yang Di Nashabkan - Ilmu nahwu merupakan ilmu yang mempelajari tentang  gramatikal bahasa Arab untuk menentukan i'rab akhir suatu kalimat yaitu rofa', nashab, khofad, jazm. 

Setelah selesai membahas isim yang di rofa'kan sekarang kami akan membahas tentang isim yang di nashabkan. Apabila kita sudah memahami isim yang di rofa'kan isya Alloh kita akan mudah memahami isim yang di nashabkan. Isim - isim yang di nashabkan semuanya ada 15 lebih banyak dari isim yang di rofa'kan yaitu 7.  Berikut penjelasan tentang isim yang di rofa kan : Isim - isim Yang Di Rofa'kan

Adapun isim yang di nashabkan yaitu : maf’ul bih (مَفْعُوْلُ بِهِ), maf’ul mthlaq/masdhar  (مَفْعُولُ مُطْلَق/ مَصْدَرُ), dhorof zman  (ظَرَف زَمَان), dhorof makan (ظَرَف مَكَان), hal (حَال), tamyiz  (تَمْيِيْز), istisna (اِسْتِثْنَاء), isim la (اِسِم لَا), munada (مُنَادَى), khobar kana  (خَبَر كَانَ وَأَخَوَاتُهَا), isim inna (اِسِم اِنَّ وَأَخَوَاتُهَا), maf’ul dzonna (مَفْعُوْل ظَنَّ وَأَخَوَاتُهَا), maf’ul min ajlih (مَفْعُول مِنْ أَجْلِه), maf’ul ma’ah (مَفْعُوْل مَعَهُ), tawabi’ (توابع). 

ISIM - ISIM YANG DI NASHABKAN

Isim-isim yang di nashabkan semuanya ada 15, yaitu:

1. Isim yang tarkibannya menjadi maf’ul bih (مَفْعُوْلُ بِهِ)

2. Isim yang tarkibannya menjadi maf’ul mthlaq/mmasdhar  (مَفْعُولُ مُطْلَق/ مَصْدَرُ)

3. Isim yang tarkibannya menjadi dhorof zman  (ظَرَف زَمَان)

4. Isim yang tarkibannya menjadi dhorof makan  (ظَرَف مَكَان)

5. Isim yang tarkibannya hal (حَال)

6. Isim yang tarkibannya menjadi tamyiz  (تَمْيِيْز)

7. Isim yang tarkibannya menjadi istisna (اِسْتِثْنَاء)

8. Isim yang tarkibannya menjadi isim la (اِسِم لَا)

9. Isim yang tarkibannya menjadi muada (مُنَادَى)

10. Isim yang tarkibannya menjadi khobar kana  (خَبَر كَانَ وَأَخَوَاتُهَا)

11. Isim yang tarkibannya menjadi isim inna (اِسِم اِنَّ وَأَخَوَاتُهَا)

12. Isim yang tarkibannya menjadi maf’ul dzonna (مَفْعُوْل ظَنَّ وَأَخَوَاتُهَا)

13. Isim yang tarkibannya menjadi maf’ul min ajlih (مَفْعُول مِنْ أَجْلِه)

14. Isim yang tarkibannya menjadi maf’ul ma’ah (مَفْعُوْل مَعَهُ)

15. Isim yang tarkibannya menjadi tawabi’ (توابع),  tawabi’  (توابع) ada empat yaitu:

    a.    Na’at (نعت ) yang mengikuti man’utnya (منعوت)

    b.    Athaf/ ma’thuf (عطف/معطوف) mengikuti ma’thuf ‘alaih (معطوف عليه)

    c.    Tukid (توكد) mengikuti mu’akadnya (مؤكد)

    d.    Badal (بدل )mengikuti mubdal minhu (مبدل منه)

A. BAB MAF’UL BIH   (باب مَفْعُوْلُ بِهِ)

1. Pengertian Maf’ul Bih (مَفْعُوْلُ بِهِ)

Bagian pertama dari kelompok isim yang di nashabkan yaitu maf’ul bih. Apa itu maf’ul bih? maf’ul bih menurut bahasa adalah  هُوَ مَفْعُول به yang artinya yang dikerjakan, sedangkan menurut istilah adalah هُوَ الاِسْمُ المَنْصُوبُ الَّذِي يَقَعُ بِهِ الفِعْلُ artinya isim yang wajib dinashabkan yang di dalamnya terjadi suatu pekerjaan. Contoh ضَرَبْتُ زَيْدًا = ضَرَبَ (fi’il), تُ (fa’il), زَيْدًا (maf’ul bih)

2. Pembagian Maf’ul Bih (مَفْعُوْلُ بِهِ)

Maf’ul bih terbagi menjadi dua bagian yaitu Maf’ul bih isim dzohir dan Maf’ul bih isim dhomir. Berikut penjelasannya:

1) Maf’ul bih Isim Dzohir

Apa itu Maf’ul bih isim dzohir? Fa’il dzohir adalah مَا دَلَّ عَلَى مُسَمَّاهُ بِلَاقَيِّدٍ artinya kalimat yang menunjukan suatu yang dinamai tanpa memakai qoiyid mutakalim, mukhotob dan ghoib. Contoh ضَرَبْتُ زَيْدًا,  رَكِبْتُ الفَرسَ

2) Maf’ul bih Isim Dhomir

Apa itu Maf’ul bih Isim Dhomir? Maf’ul bih Isim Dhomir adalah مَا دَلَّ عَلَى مُسَمَّاهُ بِقَيِّدِ تَكَلُّمٍ اَوْ خِطَابٍ اَوْ غَائِبٍ artinya kalimat yang menunjukan suatu yang dinamai dengan memakai qoiyid mutakalim. Maf’ul bih Isim Dhomir terbagi dua, yaitu:

a. Dhomir Muttashil Manshub (ضَمِيرَ مُتَصِل مَنْصُوْب)

Apa itu dhomir muttashil manshub? Yaitu هُوَ الَّذِي لَا يُبْتَدَأُ بِهِ وَلَا يَقَعُ بَعْدَ إِلَّا فِي الْإِخْتِيَارِ artinya dhomir yang tidak menjadi awal dan tidak setelah lafadz إِلَّا pada waktu tertentu. Contoh ضَرَبَهُ pada contoh tersebut lafadz هُ menjadi maf’ul dan tidak bisa di baca  هُ ضَرَب dan tidak bisa dibaca  ضَرَب إِلَّا هُ 
Qiyasan Dhomir Muttashil Manshub:

 ضَرَبَهُ ضَرَبَكَ ضَرَبَنِيْ
 ضَرَبَهَا ضَرَبَك ضَرَبَنَا
 ضَرَبَهُمَا ضَرَبَكُمَا
 ضَرَبَهُمْ ضَرَبَكُمْ
 ضَرَبَهُنَّ ضَرَبَكُنَّ

b. Dhomir Munfashil Manshub (ضَمِير مُنْفَصِل مَنصُوبُ)

Apa itu dhomir munfashil manshub? Yaitu هُوَ الَّذِي يُبْتَدَأُ بِهِ وَيَقَعُ بَعْدَ الَّا فِي الاخْتِيَارِ artinya dhomir yang biasa menjadi awal dan terletak setelah lafadz إِلَّا pada waktu tertentu. Contoh اِيَّاهُ ضَرَبَ، إِيَّاكَ نَعْبُدُ، ما ضَرَبَ إِلَّا إِيَّاهُ
Dhomir Munfashil Manshub:

ضَرَبَ إِيَّاهُ ضَرَبَ اِيَّاكَ          ضَرَبَ إِيَّايَ 
ضَرَبَ إِيَّاهَا                  ضَرَبَ إِيَّاكِ ضَرَبَ إِيَّانَا
ضَرَبَ اِيَاهُمَا ضَرَبَ اِيَّا كُمَا
ضَرَبَ اِيَّاهُمْ          ضَرَبَ اِيَّاكُمْ
ضَرَبَ إِيَّاهن ضَرَبَ اِيَّاكُنَّ

BAB MAF’UL BIH

B. BAB MASDHAR (باب مَفْعُولُ مُطْلَق/ مَصْدَرُ )

1. Pengertian Masdhar

Bagian kedua dari isim-isim yang di nashabkan adalah masdhar atau disebut maf’ul muthlaq. Apa itu masdhar? Yaitu  هُوَ الاِسْمُ المَنصُوبُ الَّذِيْ يَجِيْئُ ثالثًا فِي تَصْرِيفِ الفِعْلِ artinya kalimah isim yang di nashabkan yang ke tiga di dalam tashrifan fi’il yaitu tashrifan menurut ulama Kuffah yang di awali dengan fi’il madhi. 

2. Pembagian Masdhar

Masdhar terbagi dua yaitu masdhar lafdi dan masdhar ma’nawi. Berikut penjelasannya :

a. Masdhar Lafdhi

Apa itu masdhar lafdhi? Yaitu  فَإِنْ وَافَقَ لَفْظُهُ لَفْظَ فِعْلِهِ  artinya kalau lafadz masdhar dan lafadz fi’ilnya sama. Contoh قَتَلْتَهُ قَتْلًا

b. Masdhar Ma’nawi

Apa itu masdhar ma’nawi? Yaitu  فَإِنْ وَافَقَ مَعْنَى فِعْلِهِ دُونَ لَفْظِهِ  artinya kalau ma’na masdhar dan lafadz fi’ilnya sama. Contoh جَلَسْتُ قَعُودًا

C. BAB DHOROF ZAMAN DAN SHOROF MAKAN (باب ظَرَف مَكَان + ظَرَف زَمَان)

1. Pengertian  Dhorof Zaman Dan Shorof Makan

Bagian ke tiga dan ke empat dari isim-isim yang di nashabkan adalah dhorof zaman dan shorof makan. Apa itu dhorof zaman? Yaitu  هُوَ اسْمُ الزَّمَانِ المَنصُوبُ بِتَقَدِيرِ فِي artinya isim yang di nashabkan yang menyimpan makna fi (فِي) dan menunjukan keterangan waktu.  Jumlah dhorof zaman ada 15, yaitu :

     Lafadz  الْيَوْمَ  contoh  صُمْتُ الْيَوْمَ
     Lafadz  اللَّيْلَةَ  contoh  سِرْتُ اللَّيْلَةَ
     Lafadz  غُدْوَةً contoh  أَزُورُكَ غُدْوَةً
     Lafadz  بُكْرَةً  contoh  أَزُورُكَ بُكْرَةً
     Lafadz  سَحَرًا  contoh  اِسْتَيْقَظْتُ سَحَرًا
     Lafadz  غَدًا  contoh  اَجِيْئُكَ غَدًا
     Lafadz  عَتَمَةً contoh  اَجِيْئُكَ عَتَمَةً
     Lafadz  صَبَاحًا  contoh  اَجِيْئُكَ صَبَاحًا
     Lafadz  مَسَاءً  contoh  اَجِيْئُكَ مَسَاءً
     Lafadz  اَبَدًا  contoh  لَا أَكَلِّمُ زَيْدًا اَبَدًا
     Lafadz اَمَدًا  contoh  لَا أَكَلِّمُ زَيْدًا اَمَدًا
     Lafadz حِيْنًا  contoh قَرَأْتُ حِيْنًا
     Lafadz  وَقْتًا contoh  قَرَاْتُ وَقْتًا
     Lafadz  سَاعَةً  contoh  اَتَقَيَّلُ سَاعَةً
     Lafadz  ضَحْوَةً  contoh  ذَهَبْتُ اِلَى الْمَكْتَبِ ضَحْوَةً

Apa itu dhorof makan? Yaitu هُوَ الْاِسْمُ الْمَكَانِ المَنصُوبُ بِتَقْدِيرِ فِي artinya artinya isim yang di nashabkan yang menyimpan makna fi (فِي) dan menunjukan keterangan tempat. .  Jumlah dhorof makan ada 18, yaitu :

     Lafadz  اَمَامَ  contoh  جَلَسْتُ اَمَامَ الشَّيْخِ
     Lafadz  خَلْفَ  contoh  جَلَسْتُ خَلْفَ الشَّيْخِ
     Lafadz  قُدَّامَ  contoh  جَلَسْتُ قُدَّامَ الشَّيْخِ
     Lafadz  وَرَاءَ  contoh  جَلَسْتُ وَرَاءَ الشَّيْخِ
     Lafadz  فَوْقَ  contoh  جَلَسْتُ فَوْقَ السَّطْحِ
     Lafadz  تَحْتَ  contoh  جَلَسْتُ تَحْتَ السَّقْفِ
     Lafadz  عِنْدَ  contoh  جَلَسْتُ عِنْدَ زَيْدٍ
     Lafadz  مَعَ  contoh  رَكِبْتُ مَعَ زَيْدٍ
     Lafadz  اِزَاءَ  contoh جَلَسْتُ اِزَاءَ زَيْدٍ
     Lafadz  حِدَاءَ  contoh  جَلَسْتُ حِدَاءَ زَيْدٍ
     Lafadz  هُنَا  contoh جَلَسْتُ هُنَا
     Lafadz  ثَمَّ  contoh  جَلَسْتُ ثَمَّ
     Lafadz  يَمِينٌ  contoh  قُمْتُ يَمِينَ زَيْدٍ
     Lafadz  شِمَالٌ  contoh قُمْتُ شِمَالَ زَيْدٍ
     Lafadz  تِلْقَاءَ  contoh قُمْتُ تِلْقَاءَ زَيْدٍ
     Lafadz  بَرِيْدٌ  contoh  مَشَيْتُ بَرِيْدًا
     Lafadz  فَرْسَخٌ  contoh مَشَيْتُ فَرْسَخًا
     Lafadz  مَيْلٌ  contoh مَشَيْتُ مَيْلًا

Catatan :

Apabila dhorof zaman atau dhorof makan lafadz fi (فِي) di dzahirkan maka berubah menjadi jar majrur. Contoh  اليَوْمَ menjadi  فِى الْيَوْمِ

D. BAB HAL (باب حَال)

1. Pengertian Hal (باب حَال)

Bagian kelima dari kelompok isim yang di nashabkan yaitu hal. Apa itu hal? Hal menurut bahasa adalah  هُوَ مَا عَلَيْهِ الإِنْسَانُ مِنْ خَيْرٍ وَشَرٍّ artinya sesuatu yang ada pada manusia dari kebaikan ataupun keburukan. Hal menurut istilah adalah هُوَ الْاِسْمُ المَنْصُوْبُ الْمُفَسِّرُ لِمَا أنْبَهَمَ مِنَ الْهَيْئَاتِ artinya isim yang di nashabkan yang menjelaskan bentuk/keadaan yang samar. Contoh جَاءَ زَيدٌ رَاكِبًا، رَكِبْتُ الْفَرْسَ مُسَرَّجًا

2. Rukun dan Syarat Hal

Rukun hal ada tiga, yaitu : 

1) Amil hal (yang memerintah hal)
2) Shohibul hal (yang mempunyai hal)
3) Hal (keadaan/bentuk)

Syarat hal ada tiga, yaitu:

1) Hal harus dari isim nakiroh
2) Hal harus sesudah sempurna kalam
3) Shohibuul hal harus dari isim ma’rifat

E. BAB TAMYIZ (باب تَمْيِيْز)

1. Pengertian Tamyiz

Bagian keenam dari kelompok isim yang di nashabkan yaitu tamyiz. Apa itu tamyiz? Tamyiz menurut bahasa adalah فَصْلُ شَيْئٍ عَنْ شَيْءٍ أَخَرَ artinya membedakan satu perkara dengan perkara yang lain. Tamyiz menurut istilah adalah هُوَ الْاِسْمُ الْمَنصُوبُ الْمُفَسِّرُ لِمَا انْبَهَمَ مِنَ الذَّوَاتِ artinya isim yang di nashabkan yang menjelaskan suatu dzat yang samar. Contoh  تَصَبَّبَ زَيْدٌ عَرَقًا 

2. Rukun dan Syarat Tamyiz 

Rukun tamyiz ada tiga, yaitu:

1) Amil tamyiz ( yang memerintah tamyiz)
2) Mumayyaz  (yang di tamyiz)
3) Tamyiz  (yang membedakan)

Syarat tamyiz ada dua, yaitu:

1) Tamyiz harus dari isim nakiroh
2) Tamyiz harus sesudah sempurna kalam

3. Contoh – contoh Tamyiz

1) Contoh fi’il + fa’il + maf’ul + tamyiz : اِشْتَرَيْتُ عِشْرِينَ غُلَامًا، وَمَلَكَتُ تِسْعِينَ نَعْجَةً
2) Contoh fi’il + fa’il + tamyiz : تَفَقَّأَ بَكُرٌ شَحْمًا، طَابَ مُحَمَّدٌ نَفْسًا
3) Contoh mubtada + khobar + tamyiz: زَيْدٌ أَكْرَمُ مِنْكَ أَبًا، زَيْدٌ أَجَمَلُ مِنْكَ وَجَهًا

F. BAB ISTISNA (باب اِسْتِثْنَاء)

1. Pengertian Istisna (اِسْتِثْنَاء)

Bagian ketujuh dari kelompok isim yang di nashabkan yaitu istisna. Apa itu istisna? Istisna menurut bahasa adalah هُوَ الإِخْرَاجُ artinya mengeluarkan, istisna menurut istilah adalah هُوَ الْإِخْرَاجُ بِاِلَّا اَوْ اِحْدَى أَخَوَاتِهَا artinya mengeluarkan dengan menggunakan lafadz اِلَّا atau dengan salah satu dari selain اِلَّا.

2. Rukun Istisna 

Rukun istisna ada tiga, yaitu:

1) Mustasna minhu (tempat mengeluarkan)
2) Huruf istisna (alat mengeluarkan)
3) Mustasna  (yang dikeluarkan)
3. Huruf Istisna

Huruf istisna ada delapan, yaitu:

     Lafadz  اِلَّا  contoh قَامَ الْقَوْمُ اِلَّازَيْدًا
     Lafadz  غَيْرُ  contoh  قَامَ الْقَوْمُ غَيْرَ زَيْدٍ
     Lafadz  سِوًى  contoh  قَامَ الْقَوْمُ سِوَى زَيْدٍ
     Lafadz  سُوًى  contoh  قَامَ الْقَوْمُ سُوَى زَيْدٍ
     Lafadz  سَوَاءٌ  contoh  قَامَ الْقَوْمُ سَوَاءَ زَيْدٍ
     Lafadz  خَلَا  contoh  قَامَ القومُ خَلَا زَيْدًا
     Lafadz  عَدَا  contoh  قَامَ القَوْمُ عَدَا زَيْدًا
     Lafadz  حَاشَا  contoh  قَامَ القَوْمُ حَاشَ زَيْدًا

Adapun kalam yang di istisna ada dua, yaitu: 

1) Kalam Tam (كَلامَ تَامَ)

Apa itu kalam tam? Yaitu هُوَ مَا ذُكِرَ فِيهِ المُسْتَثْنَى المُسْتَثْنَى مِنْهُ artinya suatu kalimat yang di sebutkan didalamnya mustasna (مُسْتَثْنَى ) dan mustasna minhu nya (مُسْتَثْنَى مِنْهُ). Contoh قَامَ الْقَوْمُ اِلَّازَيْدًا

2) Kalam Naqis (كَلاَم نَاقِص)

Apa itu kalam naqis? Yaitu هُوَ الَّذِي لَمْ يُذْكَرْ فِيهِ الْمُسْتَثْنَى مِنْهُ artiya suatu kalimat yang tidak di sebutkan didalamnya mustasna (مُسْتَثْنَى ) dan mustasna minhu nya (مُسْتَثْنَى مِنْهُ). Contoh مَا قَامَ اِلَّا زَيْدٌ، مَا ضَرَبْتُ اِلَّا زَيْدًا، مَا مَرَرْتُ اِلَّا بِزَيْدٍ

Masing – masing dari kalam tam (كَلامَ تَامَ) dan kalam naqis (كَلاَم نَاقِص) terbagi dua, yaitu:

1) Mujab / mutsbat (مُوْجَب/ مُثْبَت)

Apa itu mujab / mutsbat (مُوْجَب/ مُثْبَت)? Yaitu هُوَ الَّذِي لَمْ يَتَقَدَّمْ عَلَيْهِ نَفْيٌ أَوْ شِبْهُهُ artinya kalam yang tidak di dahului oleh nafi dan syibhu nafi. Contoh قَامَ القَوْمُ اِلَّا زَيْدًا

2) Manfi (مَنْفِى)

Apa itu manfi (مَنْفِى)? Yaitu هُوَ الَّذِي يَتَقَدَّمُ عَلَيْهِ نَفْيٌ أَوْ شِبْهُهُ artinya kalam yang di dahului oleh nafi dan syibhu nafi (نَفِي، اِسْتِفْهَام ). Contoh ( شِبَيْه نَفِي ) مَا قَامَ القَوْمُ اِلَّا زَيْدًا (نَفِي),  لَا تَقُوْمُوْا اِلَّا زَيْدًا

BAB ISTISNA

3. Aturan Istisna 

1) Aturan Mustasna dengan lafadz Illa (اِلَّا)

Mustasna yang di istisna dengan lafadz Illa (اِلَّا) tergantung kalamnya, yaitu:

a. Apabila kalam tam mujab (كلام تام مُوجَبْ) maka wajib nashab, contoh قَامَ القَوْمُ اِلَّا زَيْدًا
b. Apabila kalam tam manfi (مَنْفِي كلام تام) maka ada dua jalan :
    a)     Isitisna muttashil (اِسْتِثْنَا مُتَّصِل)
        •    Boleh nashab, contoh مَا قَامَ الْقَوْمُ اِلَّا زَيْدًا
        •    Boleh seperti badal harokahnya tergantung mubdal minhu, contoh
            (مَا قَامَ الْقَوْمُ اِلَّا زَيْدٌ (رَفَعَ ), مَا ضَرَبْتُ القَوْمَ اِلَّا زيدًا (نصب) مَا مَرَرْتُ بِالْقَوْمِ اِلَّا زَيْدٍ (خَفَضَ
    b)     Istisna munqoti’ (اسْتِثْنَاء مُنقَطِع), hanya nashab. Contoh مَا قَامَ القَوْمُ اِلَّا فَرْسًا (lafadz فَرْسًا bukan dari jenis قَوْمُ)
c. Apabila kalam naqis (مَنْفِي) maka tergantung pada amilnya, apabila amilnya fi’il maka menjadi rofa sebab menjadi fa’il, apabila amilnya fi’il dan fa’il maka menjadi nashab sebab menjadi maf’ul, apabila amilnya huruf jar maka menjadi kasroh sebab menjadi majrur. Contoh مَا قَامَ اِلَّا زَيْدٌ، مَا ضَرَبْتُ اِلَّا زَيْدًا، مَا مَرَرْتُ اِلَّا بِزَيْدٍ

2) Aturan Mustasna dengan lafadz  غَيْرُ-  سِوًى-  سُوًى-  سَوَاءٌ 

Mustasna yang di istisna dengan lafadz  غَيْرُ-  سِوًى-  سُوًى-  سَوَاءٌ maka wajib di kasrohkan sebab jadi mudhof ilaih dari adawat istisna. 

     Contoh lafadz  قَامَ الْقَوْمُ غَيْرَ زَيْدٍ :غَيْرُ
    • Contoh lafadz   قَامَ الْقَوْمُ سُوَى زَيْدٍ : سُوًى
    • Contoh lafadz   قَامَ الْقَوْمُ سِوَى زَيْدٍ : سَوَاءٌ 
    • Contoh lafadz   قَامَ الْقَوْمُ سَوَاءَ زَيْدٍ : سِوًى 

3) Aturan mustasna dengan lafadz  خَلَا-  عَدَا-  حَاشَا

Mustasna yang di istisna dengan lafadz  خَلَا-  عَدَا-  حَاشَا terbagi dua, yaitu:

a) Di nashabkan, mustasna dijadikan maf’ul, huruf istisna dijadikan fi’il dan fa’ilnya di simpan atau fa’il isim dhomir. Contoh  قَامَ القومُ خَلَا زَيْدًا، قَامَ القَوْمُ عَدَا زَيْدًا، قَامَ القَوْمُ حَاشَ زَيْدًا 
b) Di kasrohkan/jeer, mustasna dijadikan majrur, huruf istisna dijadikan huruf jar. Contoh قَامَ القَوْمُ خَلَا         زَيْدٍ               

 

BAB ISTISNA

G. BAB LA (بَابُ لَا)

Bagian kedelapan dari isim yang di nashabkan  yaitu la nafi (لَا نَفْيُ الْجِنْسِ) yang meniadakan semua jenisnya. Adapun amal la nafi (لَا) ini sama seperti amalnya lafadz inna wa akhowatuha ( إِنَّ وَاَخَوَاتُهَا ) yaitu تَنْصِبُ الإِسمَ وَتَرْفَعُ الخَبَرَ artinya menashabkan isim dan merofa’kan khobar. Contoh asal رَجُلٌ فِي الدَّارِ kemudian dimasuki huruf la nafi menjadi لَا رَجُلَ فِي الدَّارِ.

Cara membaca isim la (لَا) ada tiga aturan, yaitu:

a) Wajib nashab tidak memakai tanwin (mabni fathah),  apabila lafadz la (لَا) berdekatan dengan isimnya dan tidak di tikror (تكرار). Contoh لَا رَجُلَ فِي الدَّارِ
b) Isim la (لَا) wajib rofa’, apabila lafadz la (لَا) tidak berdekatan dengan isimnya dan di tikror (تكرار). Contoh  لَا فِي الدَّارِ رَجُلٌ وَلَا امْرَأَةٌ
c) Isim la (لَا) boleh nashab dan boleh rofa’, apabila la (لَا) berdrkatan dengan isimnya dan di tikror  (تكرار). Contoh (لَا sedang beramal) : لَا رَجُلَ فِي الدَّارِ وَلَا امْرَاةَ, (لَا sedang ilgho) : لَا رَجُلٌ فِي الدَّارِ وَلَا امْرَأَةٌ

BAB LA

H. BAB MUNADA (بَابُ الْمُنَادَى)

1. Pengertian Munada (الْمُنَادَى)

Bagian kesembilan dari isim yang di nashabkan  yaitu munada. Apa itu munada (الْمُنَادَى)? Munada menurut bahasa Yaitu طَلَبُ الإِقْبَالِ بِحَرفٍ أَوْ غَيْرِهِ artinya meminta menghadap dengan huruf atau selain huruf. Sedangkan munada menurut istilah adalah طَلَبُ الإِقْبَالِ بِيَا أَوْ إِحْدَى أَخَوَاتِهَا artinya meminta menghadap dengan memakai alat panggil yaitu huruf ya atau yang lainnya ( اَيْ، آ، اَيَا، هَيَا، وَا ). Contoh يَا زَيْدُ 

2. Rukun Munada (الْمُنَادَى)

Rukun munada ada tiga, yaitu: 

1) Munada (yang di panggil)
2) Harfu nida (alat memeanggil)
3) Munadi (yang memanggil)

3. Pembagian Munada

Munada terbagi lima, yaitu:

1) Munada mufrod alam (مُنَادَى مُفْرَدْ عَلَمْ), apa itu munada mufrod alam (مُنَادَى مُفْرَدْ عَلَمْ)? Yaitu هُوَ مَا لَيْسَ مُضَافًا وَلَا شِبْهَهَا artinya munada yang bukan mudhof atau yang serupa dengan mudhof. Contoh يَازَيْدُ (mabni dhommah)
2) Munada nakiroh maqsudah (مُنَادَى نَكِرَة مَقْصُودَة), apa itu Munada nakiroh maqsudah (مُنَادَى نَكِرَة مَقْصُودَة)? Yaitu munada dari isim nakiroh dan dimaksud/di tentukan. Contoh يَا رَجُلُ di tentukan/dimaksudkan pada satu orang laki-laki (mabni dommah)
3) Munada nakiroh ghairu maksudah (مُنَادَى نَكِرَة غَيْر مَقْصُودَة), apa itu Munada nakiroh ghairu maksudah (مُنَادَى نَكِرَة غَيْر مَقْصُودَة)? Yaitu munada dari isim nakiroh dan tidak dimaksudkan. Di nashabkan Contoh يَا رَجُلَ خُذْ بِيَدِي  seperti ucapan orang buta (laki-laki yang mana saja/tidak di tentukan)
4) Munada mudhof (مُنَادَى مُضَاف), apa itu munada mudhof (مُنَادَى مُضَاف)? Yaitu munada dari mudhof dan mudhof ilaih. Di nashabkan Contoh  يَا غُلَامَ زَيْدٍ 
5) Munada syibhi mudhof (مُنَادَى شِبَيْهِ مُضَاف), apa itu munada syibhi mudhof? Yaitu munada dari kalimah yang seperti mudhof dan mudhof ilaih sama-sama selalu berbarengan padahal bukan mudhof dan mudhof ilaih tetapi isim fai’il yang bersandar pada maf’ul. Di nashabkan contoh يَا طَالِعَا جَبَلً

BAB MUNADA

I. BAB MAF’UL MIN AJLIHI (بَابُ الْمَفْعُوْل مِنْ اَجْلِه)

Bagian kesepuluh dari isim yang di nashabkan  yaitu maf’ul min ajlihi. Apa itu maf’ul min ajlihi? Yaitu هُوَ الاِسْمُ الْمَنْصُوْبُ الَّذِي يُذكَرُ بَيَانًا لِسَبَبِ وَقُوعِ الفِعْلِ artinya isim yang di nashabkan yang diceritakan untuk menjelaskan sebab terjadinya suatu pekerjaan. Contoh قَامَ زَيْدٌ إِجْلَالًا لِعَمْرٍ Sebab Zaid berdiri karena untuk memulyakan Umar.

J. BAB MAF’UL MA”AH (بَابُ الْمَفْعُوْل مَعَه)

Bagian kesebelas dari isim yang di nashabkan  yaitu maf’ul ma’ah. Apa itu maf’ul ma’ah? Yait هُوَ الاِسْمُ المَنْصُوبُ الَّذِيْ يُذْكَرُ لِبَيَانٍ مَنْ فُعِلَ مَعَهُ الفِعْلُ  artinya isim yang di nashabkan yang diceritakan untuk menjelaskan suatu pekerjaan yang sedang dikerjakan atau apabila ada isim yang di nashabkan yang setelahnya ada huruf wawu (و) yang mempunyai makna مَعَ (beserta, dengan, bersama) . Contoh جَاءَ الأَمِيرُ وَالْجَيْشَ 

K. Khobar Kana Dan Isim Inna Wa Akhowatuha (وَاَخَوَاتُهَا خَبَر كَانَ / إِسِم اِنَّ)

Bagian ke dua belas dan tiga belas dari isim yang di nashabkan yaitu khobar kana dan isim inna wa akhowatuha (وَاَخَوَاتُهَا خَبَر كَانَ / إِسِم اِنَّ) aturannya sama dengan marfu’at (isim yang di rofa’kan).

1) Contoh qiyasan khobar kana (خَبَر كَانَ):

    - كَانَ زَيْدٌ قَائِمًا
    - كَانَ زَيْدَانِ قَائِمَيْنِ
    - كَانَ زَيْدُوْنَ قَائِمِيْنَ
    - كَانَتْ هِنْدٌ قَائِمَةً
    - كَانَتْ هِنْدَانِ قَائِمَتَيْنِ
    - كَانَتْ هِنْدَاتُ قَائِمَاتٍ
    - كَانَتْ هُنُوْدُ قَوَائِمَ

2) Contoh qiyasan isim inna (إِسِم اِنَّ) :

    - اِنَّ زَيْدًا قَائِمٌ
    - اِنَّ زَيْدَيْنِ قَائِمَانِ
    - اِنَّ زَيْدِيْنَ قَائِمُوْنَ
    - اِنَّ هِنْدًا قَائمَةٌ 
    - اِنَّ هِنْدَيْنِ قَائِمَتَينِ
    - اِنَّ هِنْدَاتٍ قَائِمَاتٌ
    - اِنَّ هُنُوْدَ قَوَائِمُ

L. Maf’ul Dzonna Wa Akhowatuha (مَفْعُوْل ظنّ واخواتها )

Bagian keempat belas dari isim yang di nashabkan yaitu maf’ul dzonna wa akhowatuha (مَفْعُوْل ظنّ واخواتها ). aturannya sama dengan marfu’at (isim yang di rofa’kan) sekaligus menerangkan tnetang amil nawasikh.

Contoh qiyasan:
    - ظَنَنْتُ زَيْدًا قَائِمًا
    - ظَنَنْتُ زَيْدَيْنِ قَائِمَيْنِ
    - ظَنَنْتُ زَيْدِيْنَ قَائِمِيْنَ
    - ظَنَنْتُ هِنْدًا قَائمَةً
    - ظَنَنْتُ هِنْدَيْنِ قَائِمَتَيْنِ
    - ظَنَنْتُ هِنْدَاتٍ قَائِمَاتٍ
    - ظَنَنْتُ هُنُوْدَ قَوَائِمَ

M. TAWABI’  (التوابع)

Bagian ke tujuh dari isim-isim y ang di rofa’kan adalah tawabi’, yaitu yang mengikuti. Aturannya sama dengan marfu’at (isim – isim yan di rofa’kan.

1. Pembagian Tawabi’

Tawabi berjumlah empat, yaitu: 

1) Na’at/sifat
2) Athaf/athof/ma’tuf
3) Taukid
4) Badal

2. Contoh – contoh Tawabi’

1) Na’at/sifat : رَاَيْتُ زَيْدًا العَاقِلَ , رَأَيْتُ زَيْدَيْنِ العَاقِلَيْنِ , رَأَيْتُ زَيْدِيْنَ الْعَاقِلِينَ
2) Athaf/athof/ma’tuf : 
        -    Athaf Nasaq (عَطَفْ نَسَق) : رَأَيْتُ زَيْدًا وَ عَمْرًا
        -    Athaf Bayan (عَطَف بَيَان) : رَأَيْتُ عُمَرَ اَبَا حَفْصٍ
3) Taukid : 
        -    Taukid Lafdi (تَوْكِيدُ لَفْظِي) : رَأَيْتُ زَيْدًا زَيْدًا
        -    Taukid Ma’nawi Aini (تَوْكِيدُ مَعْنَوَى عَيْنِي) : رَأَيْتُ زَيْدًا نَفْسَهُ
        -    Taukid Ma’nawi Syumuli (ىتَوْكِيدُ مَعْنَوِى شُمُوْلِ ) : رَأَيْتُ القَوْمَ كُلَّهُمْ

4) Badal :
        -    Badal Muthobiq (مطابق) : رَأَيْتُ زَيْدًا أَخَاكَ
        -    Badal Ba’dhi Minal Kul (بَعْضِ مِنَ الكُلِّ) : أَكَلْتُ الرَّغِيْفَ ثُلُثَهُ
        -    Badal Ghalath (بدل غلط) : رَكِبْتُ زَيْدًا الفَرْسَ
        -    Badal Isytimal (بَدَلَ اشْتِمَال ) : اَنْتَفِعُ زَيْدًا عِلْمَهُ

DOWNLOAD NAHWU : ISIM - ISIM YANG DI NASHABKAN DALAM BENTUK WORD

DISINI

Semoga Bermanfaat......

NAHWU