Notifikasi
Tidak ada notifikasi baru.

BAB KALAM

BAB KALAM ILMU NAHWU

BAB KALAM

SANTRI ALAT- Bab Kalam - Bab Kalam ilmu nahwu adalah apa saja yang bisa difahami, kalam menurut ilmu fikih adalah segala sesuatu yang membatalkan shalat.Pada kesempatan ini saya akan mulai membahas bahasan pertama dari kitab jurumiyah yaitu bab kalam .Di dalam bab ini saya akan menjelaskan kitab jurumiyah bab kalam secara luas dan terperinci dari mulai pengertian, syarat, bagian kalam beserta contoh-contohnya. 

Buku matan jurumiyah banyak dikaji di pesantren- pesantren selaku modul dasar buat memahami ilmu nahwu dalam Bahasa Arab. Terdapat yang mengkajinya dalam Bahasa Jawa, serta terdapat pula memakai Bahasa Sunda, Bahasa Indonesia, Madura, ataupun Bahasa lain. Untuk yang telah sempat menekuni buku ini, hendak lebih gampang dikala ingin menekuni modul nahwu lebih lanjut, semacam‘ imrity, alfiyah ibnu raja, serta serupanya.

Di dalam kitab Jurumiyah, modul awal yang dikaji merupakan Bab Kalam Ilmu Nahwu, diawali dari pengertian kalam sampai pembagian kalam. Kemudian terdapat uraian isyarat isim serta fi’ il, yang amat berarti untuk dimengerti dalam menekuni ilmu nahwu. Maslah Kalam pada buku nahwu matan jurumiyah ini adalah ayat yang sangat awal. Kalam ini merupakan berarti buat dipelajari da difahami isi serta penegrtiannya oleh seluruh santri pendatang baru. Sebab ayat ini adalha bawah untuk oarang yang ingin berlatih menguasai bahasa arab.

Para santri yang bergembira, kita sengeja pada catatan di dasar ini ditulis dengan bahasa arab serta terjemahannya pula versi pondok salaf jurumiyah bab kalam bahasa Jawa, jurumiyah bab kalam bahasa Sunda. Serta setelah itu sedikit kita jelaskan agar menolong untuk memahimi jurumiyah bab kalam dan terjemahannya . Tujuannya tidak lain melainkan supaya para santri terbiasa dengan catatan arab. 

Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca dan lebih mudah memahaminya sehingga dapat membantu dalam mempelajari Bahasa Arab dan kitab kuning dan bisa menjadi referensi yang bagus untuk bahtsul kutub tentang Ilmu Nahwu khusunya bab kalam.

 BAB KALAM ILMU NAHWU

Jurumiyah bab kalam (ilmu nahwu) dan terjemahanya:

الكَلَامُ: هُوَ الَّلفْظُ المُرَكَّبُ المُفِيدُ بِالوَضْعِ

Kalam adalah Lafadz yang tersusun yang berfaedah dengan bahasa arab


وَأَقْسَامُهُ ثَلَاثَةٌ: اِسْمٌ وَفِعْلٌ وَحَرْفٌ جَاءَ لِمَعْنَى

Kalam terdiri menjadi 3 (tiga) yaitu isim (kata benda), fi’il (kata kerja) dan huruf yang bermakna

 فاْلِاسْمُ يُعْرَفُ: بِالْخَفضِ وَالتَّنْوِيْنِ وَدُخُوْلِ اْلَألِفِ وَالَّلَّامِ وَحُرُوْفِ الْخَفْضِ وَهِيَ: مِنْ، وَإِلَى، وَعَنْ، وَعَلَى، وَفِي, وَرُبَّ، وَالْبَاءُ وَالْكَافُ، وَاللاَمُ، وَحُرُوْفِ القَسَمِ وَهِيَ: الْوَاوُ، وَالْبَاءُ، وَالتَّاءُ

Isim (kata benda) dapat diketahui dengan jar, tanwin, alif lam (al). Huruf jer adalah مِنْ (dari), إِلَى (ke), عَنْ (dari), عَلَى (di atas),فِي (di), رُبَّ (jarang), بِ (dengan), كَ (seperti), لِ (untuk) Isim dapat dikenali juga dengan huruf qasam (sumpah) yaitu waw, ba dan ta.

وَالْفِعْلُ يُعْرَفُ بِقَدْ، وَالسِّيْنِ، وَسَوْفَ، وَتَاءِ التَّأْنِيْثِ السَّاكِنَةِ

Fi’il (kata kerja) dapat diketahui dengan قَدْ (sungguh/terkadang), سَ (akan) ، سَوْفَ (akan) ، تَاءِ اَلتَّأْنِيثِ اَلسَّاكِنَةِ (ta ta’nits yang mati)


وَالْحَرْفُ مَا لَا يَصلُحُ مَعَهُ دَلِيْلُ اْلاِسْمِ وَلاَ دَلِيْلُ الْفِعْلِ

harfu / Huruf adalah kata yang tidak ada tanda isim dan fi’il.


Sebelum membahas tentang bab kalam lengkap, terlebih dahulu saya akan membahas tentang pengertian bab, yaitu :

Bab menurut lughot yaitu:

 فَرْجَةٌ فِى سَاتِرٍ يَتَوَصَّلُ بِهَا مِنْ خَارِجٍ اِلَى دَاخِلٍ وَعَكْسِهٖ

artinya suatu lubang atu celah yang berada dalam tutup yang dapat dilewati oleh orang dari luar ke dalam atau sebaliknya (dri dalam keluar).

Sedangkan menurut istilah yaitu :

وَهُوَ اَلْفَاظٌ مَخْصُصَةٌ دَالَةٌ عَلَى مَعَانى مَخْصُصَةٍ

artinya lafadz lafadz tertentu yang menunjukan ari arti tertentu.

Pembacaan pada lafadz  كَلَامِ ada tiga:

  1. بَابُ الْكَلَامِ - هٰذَا بَابُ الْكَلَامِ (menjadi khobar dari mubtada yang di buang)
  2. بَابَ الْكَلَامِ - اِقْرَإْ بَابَ الْكَلَامِ (menjadi maf’ul bih  dari fi’il yang di buang)
  3. بَابِ الْكَلَامِ - اُنْظُرْ بِبَابِ الْكَلَامِ (menjadi majrur dari jar yang di buang)

Kalam

Pengertian Kalam

  •      Menurut Lughot : مُطْلَقُ الْفَهْمِ artinya faham atau memberi faham/arti
  •      Menurut Ilmu Fiqh : كُلُّ مَا اَبْطَلَ الصَّلَاةَ artinya setiap sesuatu yang membatalkan sholat
  •      Menurut Ilmu Ushul : عِبَارَةٌ عَنِ التَّوْحِيْدِ خَالٍ عَنِ الْحَرْفِ وَالْاَصْوَاتِ artinya suatu ibarat dari ilmu Tauhid yang sepi/kosong dari huruf dan suara
  •      Menurut Ilmu Nahwu : مَا اجْتَمَعَ فِيْهِ قُيُوْدُ الْاَرْبَعَةِ artinya perumpamaan perkataan yang telah kumpul qoidah yang empat ( lafadz, murokab, mufid, wadho’)

      Lafadz

      Menurut Lughot : الطَرْحُ / الرَمْيُ artinya membuang atau melempar

      Menurut Istilah : هُوَ الصَوْتُ المُشْتَمِلُ عَلى بَعْضِ الحُرُوْفِ الهِجَائِيَّةِ

      artinya bunyi atau suara yang berisi/memuat huruf-huruf hijaiyah

      Contoh : زَيْدٌ

      Pembagian Lafadz

      Lafadz Musta’mal  مَايُسْتَعْمَلُ فِى كَلَامِ العَرَبِيّةِ

      Artinya lafadz yang dipakai dalam pembicaraan orang Arab karena menunjukan pada makna, contoh قَامَ, جَاءَ

      Lafadz Muhmal مَا لاَ يُسْتَعْمَلُ فِى كَلَامِ العَرَبِيّةِ

     Artinya yang tidak dipakai dalam pembicaraan orang Arab karena tidak menunjukan pada makna, contoh زَيْدٌ

      Murokab

      Menurut Lughot : اِسْنَادُ شَيْئٍ عَلَى شَيْئٍ اٰخَرَ

      artinya menyandarkan sesuatu kepada sesuatu yang lain

      Menurut Istilah : مَا تَرَكّبَ مِنْ كَلِمَتَيْنِ فَاَكْثَرَ

      artinya sesuatu yang terdiri dari dua kalimat atau lebih

      Contoh : جَاءَ زَيْدٌ

      Murokab Terbagi empat Bagian :

·   Murokab Isnadi (Fi’il dan Fa’il), Contoh قَامَ زَيْدٌ
·   Murokab Idhofi (Mudhof dan Mudhof Ilaih), Contoh وَلَدُ الْاُسْتَاذِ
·   Murokab Majazi, (Dua isim menjadi satu) Contoh بِبَعْلَبَكَ
·   Murokab Tausifi (Sifat dan Mausuf), Contoh زَيْدُ العَاقِلُ 

      Mufid

      Menurut Lughot : مَا اسْتُفِدَ مِنْ عِلْمٍ اَوْ مَالٍ

      artinya sesuatu yang diambil manfaat dari ilmu dan harta

      Menurut Istilah :  مَا اَفَادَ فَائدَةً يَحْسُنُ السُّكُوْتُ مِنَ المُتَكَلِّمِ وَالسَّامِعِ عَلَيْهَا

    artinya apabila ada lafadz sudah memberi pemahaman yang sempurna dimana diamnya mutakalim ( orang yang berbicara) daan sami’ (orang yang mendengar) dianggap bagus.

      Contoh : اِنْ قَامَ زَيْدٌ قَامَ عَمْرو

      Wadho’

      Menurut Lughot : جَعْلُ لَفْظٍ دَلِيْلًا عَلَى مَعْنًى

      artinya menjadikan suatu lafad supaya menunjukan suatu makna

      Menurut Istilah : مَا اجْتَمَعَ فِيْهْ قُيُوْدُ الاَرْبَعَةِ

      Artinya : perumpamaan perkataan yang telah kumpul qoidah yang empat

      Menyengaja berbicara supya menunjukan pada tujuan, berarti pembicaraan orang yang tidak berakal dan orang tidur tidak dikatakan kalam karena tidak sengaja berbicara.

      Pembagian Kalam

      Pembagian Kalam ada tiga : Isim, Fi’il, Haraf

       Kalimah Isim

       Menurut Lughot :  مَا دَلَّ عَلَى مُسَمَّى

       Aratinya Sesuatu yang menunjukan padayang dinamai

       Menurut Istilah : كَلِمَةٌ دَلَّتْ عَلَى مَعْنًا فِى نَفْسِهَا وَلَمْ تَقْتَرِنْ بِزَمَنٍ وَضْعًا

       Aratinya kalimat yang menunjukan pada makna di dalam dirinya dan tidak berkaitan dengan waktu,       contoh زَيْدٌ, قَلَمٌ, زيْنَبٌ, قَلَمَانِ, اَقْلَامٌ

       Ciri Kalimah isim

       Jeer Di Akhir Kalimat

  •       Sebab Idhopat, contoh جَاءَ غُلَامُ زَيْدٍ
  •       Sebab Haraf Jar, contoh مَرَرْتُ بِزَيْدٍ
  •       Sebab Tawabi’, contoh مَرَرْتُ بِزَيْدٍ العَاقِلِ
  •       Sebab Tawahum (Persangkaan), contoh لَيْسَ زَيْدَا قَائمًا وَقَائِد

       Tanwin

       Lughot : التَصْوِيْت

       Artinya suara

       Istilah نُوْنٌ سَاكِنَةٌ تَلْحَقُ اٰخِرَ الاِسْمِ لَفْظَا لَا خَطًا

       Artinya Nun sukun yang ada di akhir kalimah isim di lafadz nya tpi tidak di tulisannya

       Pembagian Tanwin ada empat:

  •       Tanwin Tamkin : tanwin yang ada di dalam kalimah isim mufrod, contoh زَيْدٌ
  •       Tanwin Tankir : tanwin yang bisa mebedakan antara ma’rifat dan nakirah, contoh شِبَوَيْهٍ / شِبَوَيْهِ
  •       Tanwin Mukobalah : tanwin yang terdapat pada kalimah jama’ mu’anas salim mengungguli huruf nun yang ada pada jama’ udzakar salim, contoh مُسْلِمَاتٌ / مُسْلِمُوْنَ
  •       Tanwin Iwad :
  1.       Iwad عن الجملة contoh  وَاَنْتُمْ حِيْنَئِذٍ تَنْظُرُوْنَ - حِيْنَ بَلَغَتِ الرُوْحُ حُلْقُهُمْ
  2.       Iwad عن الكلمة contoh كُلٌّ لَهُ قَانِةٌ - كُلُّ مَخْلُوْقٍ
  3.       Iwad عن الحرف contoh رَوَّامٍ - رَوَّامِيٌّ

       Alif Lam

 ال للتَّعْرِيْف      contoh  رَجُلٌ الرِجَالُ

ال للمَوْصُوْل       contoh (النَّاصِرُ (اسم فاعل , (المَنْصُوْرُ (اسم مفعول

ال زِيَادَة لَازِمِيَّة       contoh الَّذِي, الَّذَان

      Huruf Jar 

      Huruf jar : من إلى عن على فى ربّ ب ك ل

      Contoh :  سِرْتُ مِنَ الْبَصْرَةِ الَى الْكُوْفَةِ

      Huruf Qosam : و ب ت

      Contoh : وَاللّٰهِ بِاللّٰهِ تَاللّٰهِ

      Kalimah Fi’il

      Menurut Lughot : مُطْلَقُ الحَدَثِ

      Artinya Pekerjaan

      Menurut Istilah : كَلِمَةٌ دَلَّتْ عَلَى مَعْنًا فِى نَفْسِهَا وَاقْتُرِنَتْ بِزَمَنٍ وَضْعًا

      Artinya : kalimat yang menunjukan pada makna di dalam dirinya dan berkaitan dengan waktu. Contoh حَقَلَ, بَطَر, جَهَرَ

      Ciri Kalimah Fi’il

      Huruf قَدْ

      Huruf قَدْ yang masuk kalimah fi’il, contoh قَدْ قَامَتِ الصَّلَاة

      Haraf قَدْ yang masuk kalimah isim, contoh ( قَدْ زَيْدٌ دِرْهَمًا ( حَسْبُ

      Sin Tanfis adalah تَأْخِيْرُ الْفِعْلِ فِى زَمَنِ الْمُسْتَقْبَلِ

    Artinya : mengakhirkan pekerjaan di zaman mustaqbal (sedang /yang akan datang), bermakna akan dalam waktu yang dekat. Contoh سَيَعْلَمُوْنَ

      Saufa Taswif adalah تَأْخِيْرُ الْفِعْلِ اَكْثَرُ مِنَ التَّنْفِيْسِ

     Artinya : mengakhirkan pekerjaan lebih lama dari tanfis  (sedang /yang akan datang), bermakna akan dalam waktu yang masih lama atau belum tentu waktunya. Contoh سَوْفَ تَعْلَمُوْنَ

      Ta ta’nis Sakinah (تْ)

    Dalam huruf ta ada yang di sebut ta ta’nis sakinah dan mutaharikah . Ta ta’nis sakinah masuk dalam kalimah fi’il (قَامَتْ ), sedangkan ta’nis mutaharikah masuk ke dalam kalimah isim (خَادِمَة )

      Dhomir Mutaharik Marfu’, Contoh ضَرَبْتُ

      Nun Taukid (Tsaqilah dan Khofifah), contoh اِضْرِبَنَّ, اِضْرِبَنْ

      Ya Dhomir Mu’anatsah Mukhotobah, contoh اِضْرِبِيْ

alamat/ciri fi'il

      Kalimah Haraf

      Menurut Lughot : الطَّرْفُ

      Artinya melempar/membuang

      Menurut Istilah : مَا دَلَّ عَلَى مَعْنًى فِى غَيْرِهَا

      Artinya adalah kalimat yang menunjukan pada makna selain di dalam dirinya. Contoh من إلى عن على فى ربّ ب ك ل

    Haraf tidak mempunyai ciri kalimah secara dzohir tetapi hakekatnya lebih banyak sebab haraf hukumnya mabni berbeda dengan Isim dan Fi’il.

      Haraf terbagi 2

      Haraf Ma’ani (Huruf Jar)

      Haraf Mabani (Huruf Hijaiyah)

      Fungsi Haraf

  •       Khusus masuk kalimah isim (Huruf Jar)
  •       Khusus masuk kalimah Fi’il (Amil Nawasib dan Amil Jawazim)
  •       Bisa masuk kalimah isim dan Fi’il (huruf Istifham)

      DOWNLOAD BAB KALAM BENTUK MICROSOFT WORD

            DOWNLOAD

    Sekian artikel dari kami tentang Bab Kalam, semoga artikel ini bermanfaat dan mudah di fahmi oleh semua khusunya yang sedang belajar Bahasa Arab dasar dan kitab kuning. Pantau terus artikel terbaru kami di blog santrialat.com.


NAHWU